Catatan belajar Hackintosh: Sejarah dan Perkembangan, Perlu Hackintosh atau Tidak?

Hackintosh, apa itu?
Hackintosh adalah teknik memasang sistem operasi bernama Macintosh OS X (Mac OS X) besutan apple di mesin non apple. Pada dasarnya Mac OS X yang dibuat oleh Apple ini tidak bisa dipasang di mesin/PC selain buatan apple, seperti Macbook, Macbook Pro, iMac, Mac Mini, atau pun Mac Pro.

Kenapa tidak bisa dipasang Mac OS X? Hal ini dikarenakan mesin di zaman sebelum rilis OS X 10.4 (codename:Tiger) ), mesin apple masih menggunakan prosesor berbasis PowerPC (PPC), yang mana memiliki arsitektur prosesor yang berbeda dengan kebanyakan PC yang berada di pasaran yang menggunakan basis arsitektur Intel x86 . Perbedaan set instruksi pada masing-masing teknologi inilah yang menyebabkan ketidakmungkinan Mac OS X dipasang di mesin berbasis Intel x86.

Namun semua berubah ketika tahun 2005, pada kongress WWDC (Worldwide Developers Conference),  Steve Jobs selaku CEO dari apple mengumumkan bahwa perusahaan Apple akan menggunakan teknologi Intel x86 sebagai otak dari semua mesin Mac. Hal ini tentunya membawa angin segar bagi sebagian kalangan developer untuk menyematkan Mac OS X ini ke mesin non Apple. Rilis software Mac OS X berbasis PowerPC masih berlanjut sampai dengan Rilis 10.5 (codename: Leopard), dan pada tahun 2009, ketika rilis Mac OS X 10.6 (codename: snow leopard), apple benar-benar menghapus dukungan terhadap mesin berbasis PowerPC ini.

Berterimakasih kepada sang penemu algoritma decrypter FakeSMC
Era hackintosh dimulai,kalangan enthusiast developer dengan kemampuan diatas rata-rata rupanya telah berhasil menemukan cara memanipulasi booting Mac OS X agar mengenali mesin non apple sebagai mesin apple yang terdaftar resmi. Dont Steal Mac OS X.kext adalah software dengan algoritma rumit dari apple yang bertugas untuk melindungi produk Mac OS X dipasang di mesin non apple.  Berkat usaha keras seorang developer dari netkas.org, belliau berhasil menemukan kunci / decrypter dari algoritma software "Dont steal Mac OX X.kext" yang bernama dsmos.kext. Selanjutnya muncul juga Decrypt.kext serta AppleDecrypt.kext yang fungsinya juga sebagai decrypter. Seiring bergulirnya waktu, apple melengkapi keamanan dari Mac OS X dengan SMC (System Management Controller). Tentu saja sang pembuat decrypter langsung menelurkan generasi terbaru dari decrypternya, yang kemudian berubah nama menjadi FakeSMC.kext. Jadi, kepada pengguna hackintosh sekalian, berterimakasihlah kepada penemu decrypter ini. "Mas bro netkas, anda memang luar biasa".

Sampai saat ini, Decrypter FakeSMC masih digunakan sebagai driver wajib untuk menyalakan sebuah mesin Hackintosh. Tanpa FakeSMC, mustahil mesin non apple bisa menyalakan OS X yang sangat elegan ini. FakeSMC bekerja dengan cara memberitahukan bahwa mesin yang sedang berjalan dianggap sebagai real Mac.

DMCA vs menjamurnya Hackintosh?
Pada awal kemunculannya,kabar tak sedap sempat menyeruak ketika apple mengecam hackintosh. Ya, bagi apple Hackintosh adalah hal illegal, ya sekali lagi i lle gal. Bahkan pada EULA Mac OS X disebutkan bahwa dilarang memasang Mac OS X di mesin selain mesin bermerk apple. Pada tahun 2008, apple sempat mengajukan gugatan kepada psystar corporation, atas tindakannya menjual "Open Computer" berupa PC dengan Mac OS X Tiger yang terpasang didalamnya (pre-installed). Dalam hal ini apple menganggap tindakan psystar corporation sebagai pembajakan yang melanggar DMCA (Digital Millennium Copyright Act) yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap produk karya digital. Pada akhirnya psystar ditutup dan diganti dengan Quo Computer.

Walaupun sempat dihadang tragedi semacam itu, hackintosh justru semakin menjamur dan menggelinding seperti bola salju. Banyak orang yang penasaran dan berkeinginan memasang Mac OS X di PC intel x86. Menarik betul hackintosh ini. Banyak sekali forum-forum yang membahas perkembangan Hackintosh, mulai dari yang lokal seperti mac-inul, kaskus, dan tentunya ada juga forum-forum internasional seperti tonymacx86, osxlatitude, hackintosh,insanelymac, dll. tak ketinggalan grup di facebook juga menjadi salah satu acuan dari para member karena selain kemudahan navigasi grup, update dari masing-masing thread cukup mudah ditelusuri. Di grup dan forum-forum tersebut, anda bisa menemukan banyak hal mulai dari troubleshooting hingga curhatan antar member. Forum-forum inilah yang membesarkan hackintosh dan berjasa bagi penyebaran pengetahuan tentang Mac OS X.

Distro di Hackintosh
Seiring dengan perkembangan hackintosh yang sporadis di kalayak developer, bermunculan tim yang membuat versi custom dari Mac OS X dengan istilah Distro. Ya seperti linux, terdapat banyak Distro yang berbasis Mac OS X, diantaranya yang terkenal adalah JaS, Kaliway, iDeneb, Mac OS X Hazard, iAtkos, Niresh,Hackintozh.zone  dll. Masing-masing distro mengemas paket-paket custom dari Mac OS X ini dengan bootloader serta kumpulan driver yang memudahkan pengguna pada saat melakukan instalas, karena memang pada dasarnya, PC x86 tidak didesain memiliki native driver dari Mac OS X ini.

Sampai saat tulisan ini dibuat, Mac OS X sudah memasuki rilis 10.10 (codename: Yosemite), dan saat ini apple sedang menggodog rilis final Mac OS X 10.11 (codename: El Capitan).

Perlu hackintosh atau tidak?
Pertama kali saya menggunakan OS X pada masa masih versi Tiger. Saya terpukau dengan ke eleganan sistem Mac OS X kala itu berjalan di Macbook White teman saya. Ketika sudah memiliki PC dan Laptop sendiri pada tahun 2009, niat saya untuk mengoprek kemampuan hardware muncul. Berbekal internet warnet dan sesekali nongkrong dikampus saya mengunduh Distro iDeneb v1.3 (berbasis Mac OS X Leopard 10.5.5) lalu saya pasang di Laptop Compaq v3906tu pada akhir 2009, (saat ini sudah berpindah tangan *red: hilang). Semua hardware berjalan mulus. Keren juga ya Distro ini, pikir saya.

Rasa ketertarikan semakin menjadi bahkan seperti terobsesi untuk memiliki the real Mac, namun berhubung saya tidak punya keuangan memadahi, ketertarikan masih nyangkut di niat. Jikalau saya punya keuangan yang memadai, sudah pastilah saya membeli komputer/laptop branded apple. Saya kagum dengan finishing produknya. Softwarenya juga sangat elegan. Suatu saat, saya akan hargai produk apple sebagai pengguna resmi. Semoga ada rejeki. Semoga sikap saya tidak dimarahi mendiang om steve, ampun om saya cuma pengen jajal produk om. hehe :)

Jadi apakah perlu hackintosh atau tidak? Semua kembali ke sikap diri masing-masing. pastinya banyak motif dari instalasi Mac OS X di mesin non apple. Ada yang hanya iseng seperti saya, ada yang demi keperluan pengembangan software, ada yang untuk kebutuhan produksi multimedia, ada yang sebatas ingin show off alias gaya-gayaan, bahkan ada juga yang menjadikannya sebagai mesin penghasil receh.

Setidaknya mari pertimbangkan moral dan legal formalnya. kalau dibilang mbajak, yang mbajak windows lebih banyak kok di sekitar kita *halah,alesan* :D

Baiklah, sekian cerita tentang Hackintosh yang saya ingat dan berusaha saya hubung-hubungkan dengan referensi di web. Pada tulisan selanjutnya akan saya bahas detail satu persatu mulai dari persiapan instalasi sampai dengan troubleshooting. So, stay tuned on my blog.