Pencerahan tentang awal puasa dari Gus Mus (A. Mustofa Bisri)

2 comments
      Puasa Ramadhan, Ibadah wajib umat islam nan suci di bulan penuh berkah. Salah satu bulan teristimewa yang ditunggu umat islam dimana setiap nilai ibadah dalam bulan ini dilipatgangakan. subhanallah...
Di indonesia, penentuan awal masuknya bulan suci ini terdapat dua metode yang kuat, yaitu metode hisab dan metode rukyatul hilal. Kedua metode ini sama-sama memiliki dasar yang valid, namun memiliki teknis pelaksanaan yang berbeda.
     Metode hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Sedangkan metode rukyatul hilal,  adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal. Sebagai penanda masuknya bulan ramadhan ialah munculnya hilal yang ditandai dengan munculnya bulan sabit untuk pertama kali setelah terjadi ijtima' (konjungsi). Munculnya hilal ini bisa dilihat mata telanjang atau dengan alat bantu optik seperti teleskop. Rukyatul hilal dilakukan setelah matahari terbenam. Hilal hanya tampak setelah Matahari terbenam (maghrib), karena intensitas cahaya hilal sangat redup dibanding dengan cahaya Matahari, serta ukurannya sangat tipis. Apabila hilal terlihat, maka pada petang (maghrib) waktu setempat telah memasuki bulan (kalender) baru Hijriyah. Apabila hilal tidak terlihat maka awal bulan ditetapkan mulai maghrib hari berikutnya.
     Berdasarkan hasil dari kedua metode tersebut, kadangkala terjadi perbedaan (selisih hari) awal masuknya bulan puasa. Namun, sebagai muslim yang baik (terhadap agama dan negara) tentunya kita tidak perlu mempermasalahkan mana yang benar dan mana yang lebih benar. Seyogyanya terjadinya perbedaan pendapat ini tidaklah mengurangi kekhidmatan melaksanakan ibadah puasa.
     Terkait dengan perbedaan ini saya mengutip rangkaian tweet dari Gus Mus (A. Mustofa Bisri) dengan akun twitter @gusmusgusmu. semoga membawa pencerahan untuk kita semua.


















semoga bermanfaat.