Tampilkan postingan dengan label Mac OS X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mac OS X. Tampilkan semua postingan
ilustrasi pesan error
The operation can’t be completed because an unexpected error occurred (error code -50).
Pesan error tersebut muncul ketika saya hendak menyalin beberapa file foto dalam folder yang terdiri dari beberapa subfolder dari Hardisk Eksternal.
Setelah menelisik lebih dalam, ternyata biang error tersebut karena terdapat Alias/Shortcut dari file bernama Thumbs.db. File tersebut merupakan file dari windows exploreryang berfungsi sebagai cache tampilan thumbnail dari sebuah file gambar/foto.

Pada kasus saya file Thumbs.db ini muncul di setiap subfolder yang terdapat foto, ilustrasinya seperti berikut:
/ROOTFOLDER
|
|---/SUBFOLDER-A/ 
|         |---Thumbs.db
|         |---fotoA.jpg
|         |---/SUBFOLDER-A-1/
|         |          |---Thumbs.db
|         |          |---fotoB.jpg
|         |          |---/SUBFOLDER-A-1-1/
|         |                    |---Thumbs.db
|         |                    |---fotoC.jpg
|         |---/SUBFOLDER-A-2/
|                    |---Thumbs.db
|                    |---fotoD.jpg
|---/SUBFOLDER-B/
         |---Thumbs.db
         |---fotoE.jpg

Yang lebih membuat kesal harus sedikit bersabar, file tersebut ada banyak sekali dan tersembunyi. Ketika dicari melalui Finder, file alias Thumbs.db tidak muncul di kotak pencarian. Tentunya akan sangat tidak efektif kalau saya hapus satu persatu dengan cara masuk ke masing-masing folder yang ada gambarnya.

Selanjutnya, saya putuskan menghapus seluruh file Thumbs.db tersebut melalui terminal, berikut caranya:
-Menampilkan seluruh file Thumbs.db di folder yang dimaksud
find /Volumes/\$-DATA/BUDI/Backup -name Thumbs.db
Ilustrasi menampilkan seluruh daftar file Thumbs.db
- Selanjutnya hapus semua file Thumbs.db tersebut dengan perintah
find /Volumes/\$-DATA/BUDI/Backup/ -name 'Thumbs.db' -exec rm {} \;
seketika file tersebut akan pindah ke Trash
Ilustrasi file Thumbs.db yang sudah terhapus
Nah sampai disini saya sudah bisa mengulangi kopi semua file tadi tanpa kendala.
Sekian. semoga bermanfaat.
Read More
Sejauh ini, bila ingin menampilkan file tersembunyi tanpa tool tambahan di OSX bisa menggunakan perintah berikut:
Buka aplikasi terminal lalu ketik perintah berikut
defaults write com.apple.finder AppleShowAllFiles YES
Restart Finder dengan
killall Finder
sampai disini file yang tersembunyi sudah tampak di Finder.

Untuk menyembunyikan kembali gunakan perintah sebaliknya, dari YES menjadi NO
defaults write com.apple.finder AppleShowAllFiles NO
jangan lupa restart Finder dengan
killall Finder

Namun apabila anda ingin cara yang lebih mudah dengan sekali klik, bisa menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti hide-unhide atau invisibliX.

sekian. semoga bermanfaat.
Referensi:
Read More
Di tulisan sebelumnya saya menuliskan cara membuat file iso di Linux Ubuntu, kali ini saya coba di Mac OSX menggunakan Utilitas hdiutil. berikut langkahnya:

Sintaks:
$ hdiutil makehybrid -o direktoritujuan/fileimage.iso direktori/sumber/ -iso joliet
Contoh:
$ hdiutil makehybrid -o iTunes-12.1.iso iTunes-12.1/ -iso -joliet
Ilustrasi
Selamat mencoba.

Referensi:
https://matt.berther.io/2008/12/14/creating-iso-images-from-a-folder-in-osx/
Read More
Rumor generasi lanjutan Mac OS X 10.6 Snow Leopard memang telah bergulir sejak lama. Pada akhirnya Apple mengumumkan juga OS terbarunya itu dengan sebutan Lion.
Ilustrasi
Steve Jobs pada Mac Event yang digelar di San Francisco beberapa saat lalu pernah mengatakan bahwa generasi kedelapan OS X tersebut terinspirasi dari iPad yang digabung dengan iOS terbaru.
Menengok sejenak ke belakang, kita ingat bahwa Mac OS X generasi pertama terlahir dengan nama 'Cheetah', memiliki nomor versi 10.0. Tanda 'X' pada Mac OS X berarti angka sepuluh dalam bahasa Romawi. Hingga kini 'X' berfungsi sebagai identitas merek dagang milik Apple.

Sejak 2002, Apple telah membundling komputer Macintosh dengan Mac OS X. Sistem operasi tersebut hadir sebagai suksesor Mac OS 9, sebagai versi final Mac OS klasik. Mac OS X adalah sebuah sistem operasi dengan grafis berbasis Unix, dengan teknologi yang dikembangkan NeXT antara tahun 1980 hingga 1996.

Kemudian, Mac OS X v10.5 yang disebut 'Leopard' hadir saat Apple memiliki sertifikasi UNIX 03, yang berjalan pada prosesor Intel. Hal ini pun berlangsung hingga tahun-tahun berikutnya. Berikut adalah sekilas sejarah nama-nama 'macan' Mac OS X.

10.0 Cheetah -- 24 Maret 2001
10.1 Puma -- 25 September 2001
10.2 Jaguar -- 24 Agustus 2002
10.3 Panther -- 24 Oktober 2003
10.4 Tiger -- 29 April 2005
10.4 Intel Tiger -- 10 Januari 2006
10.5 Leopard -- 26 Oktober 2007
10.6 Snow Leopard -- 28 Agustus 2009
10.7 Lion -- Musim Panas 2011

Referensi:
http://inet.detik.com/read/2010/10/21/114527/1471093/317/

Read More